Sudah Waktunya Anda Meninggalkan Manajemen Maintenance Reaktif

solusi eam

 

Para insinyur pabrik paling inovatif menemukan cara untuk meninggalkan manajemen maintenance yang reaktif. Bagaimana caranya? Dengan visibilitas lebih besar terhadap maintenance dan parts inventories melalui Enterprise Asset Management (EAM).


Dengan demikian, mereka menghemat uang setidaknya dalam dua hal kritikal. Pertama, mereka dapat meminimalisir atau menghilangkan kebutuhan untuk mengganti komponen esensial yang tiba-tiba gagal berfungsi, yang biasanya membutuhkan biaya besar. Kedua, mereka dapat mengoptimalkan performa proses bisnis perusahaan.


Tidak setiap perusahaan telah melakukan transisi ke EAM. Namun, begitu melakukannya, mereka tidak akan menyesal karena sebuah sistem EAM terus memberikan manfaat, dari hari ke hari.


Apa yang bisa dilakukan sistem preventif?
EAM memberikan hasil dengan menelusuri dan melaporkan performa di setiap langkah dalam proses produksi.


Sensor memantau proses bisnis, peralatan dan komponen, yang memberikan peringatan tepat waktu saat ada bagian dari sistem yang tidak berfungsi sesuai dengan parameter standar.


Platform software mengkonsolidasi data historis yang lebih dapat diandalkan dibandingkan dengan catatan di kertas dan mengotomatisasi proses penemuan masalah dalam peralatan dan mengantisipasi kegagalan.


Pengguna dan manajer menerima peringatan real-time dan laporan performa secara reguler yang membantu mereka menjaga sistem tetap berfungsi secara optimal.


Dan, perusahaan dapat menggunakan data tersebut untuk menentukan target, meningkatkan efisiensi, mengoptimalkan penggunaan sumber daya sistem dan mengurangi biaya yang hasilnya langsung terlihat di bottom line perusahaan.


Sekarang, EAM menjadi semakin canggih dengan memperkenalkan teknologi Internet of Things (IoT) yang dapat memberikan data yang bersifat mission-critical dengan volume yang jauh lebih signifikan untuk mendukung terwujudnya pengambilan keputusan dan tindakan yang tepat, penghematan dan pendapatan profit yang lebih besar bagi perusahaan.


Referensi: http://blogs.infor.com/energizing-eam/2017/11/29/moving-to-preventive-maintenance/