Masa Depan EAM: 3 Teknologi yang Harus Anda Perhatikan

Sistem Enterprise Asset Management (EAM) sangat penting dalam membantu menjaga asset agar tetap beroperasi dalam tingkat efisiensi maksimum. Namun, hingga sekarang perubahan-perubahan terhadap sistem masih bersifat evolusioner, bukan revolusioner.


Tiga teknologi yang mengubah EAM adalah: Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan dan drone.


Pada akhirnya, masa depan EAM akan digerakkan oleh pertukaran informasi antar alat/komponen dan manusia. Akan ada semakin banyak informasi yang masuk ke dalam sistem. Informasi tersebut berasal dari lebih banyak tempat, dan akan dapat diakses melalui lebih banyak cara.


Internet of Things   
IoT sudah ada, namun akan menjadi lebih populer karena adanya pengurangan biaya dari peralatan, seperti GPS tracker, kamera digital, dan sensor pintar.


CERN, perusahaan riset terbesar di dunia untuk fisika partikel, menggunakan Infor EAM untuk mengelola hampir 2 juta asset. David Widegren, Kepala Asset & Maintenance Management di CERN, menjelaskan bahwa wawasan dan data operasional dari setiap komponen itu penting, karena masing-masing merupakan IoT. “Kombinasi asset management dengan peralatan yang terhubung dan data yang didapat dari asset adalah caranya,” ujarnya. “Kami menyebutnya persimpangan antara IoT dan EAM. Ini adalah tempat yang hebat untuk masa depan.”


IoT dan EAM juga akan memainkan peranan penting dalam pengembangan Smart Cities, yang memantau kondisi infrastruktur kritikal, termasuk jembatan, jalan raya, air dan sistem elektrik. Frost & Sullivan memperkirakan bahwa pada tahun 2025, akan ada lebih dari 26 Smart Cities di berbagai belahan dunia.


Kecerdasan buatan
Inisiatif seperti Smart Cities menciptakan sejumlah besar data yang kompleks yang perlu untuk distandardisasi, diproses dan dimasukkan ke dalam sistem sehingga dapat digunakan secara cerdas. Big Data dan analytics membuatnya mungkin, namun kecerdasan buatan dapat membantu meningkatkan pengelolaan data.


Dengan kecerdasan buatan, karyawan dan pelanggan dapat berkomunikasi melalui sistem EAM menggunakan bahasa natural. Mereka akan dapat bertanya “Berapa banyak work order yang kita miliki untuk sistem HVAC?” lalu mendapatkan jumlah keseluruhannya. Sistemnya akan mampu menarik data, sehingga para manajer dapat menggunakan waktu mereka untuk membuat keputusan penting, daripada mempersiapkan laporan.


Drone
Asset management berbasis drone adalah kecanggihan berikutnya untuk banyak sektor, termasuk jalur kereta api, minyak dan bumi dan penerbangan. “Drone adalah mesin yang mengumpulkan data,” ujar Louis Wise, Chief Science & Technology Advisor, Drone Aviation Corp. “Kita bisa menggunakan drone untuk menggapai tempat-tempat yang sulit atau tidak mungkin dijangkau manusia, dan memberikan informasi yang didapat kepada sistem EAM.”


Drone dilengkapi dengan lensa zoom yang sangat hebat yang dapat digunakan untuk menginspeksi dan mengevaluasi peralatan, seperti kilang minyak dan platform pengeboran minyak lepas pantai, rel kereta api dan jembatan, serta pesawat dan kapal kargo, yang sulit atau berbahaya untuk diakses secara fisik oleh manusia.


Infor sangat yakin akan keampuhan drone untuk melakukan transformasi terhadap EAP, sehingga Infor menjalin kemitraan dengan Drone Aviation untuk meluncurkan Drone Enterprise Asset Management Solution (DEAMS).


Intinya adalah menghubungkan data

Masa depan EAM bukan berfokus pada menggantikan tenaga kerja manusia, tapi bagaimana agar mereka dapat bekerja secara lebih efisien dan efektif. Teknologi utama seperti analytics, cloud, mobilitas dan sosial akan menjadi lebih penting dari sebelumnya, karena tools yang ada membuat semua data tersebut menjadi lebih mudah diakses dan digunakan.


Referensi: http://blogs.infor.com/energizing-eam/2017/06/21/future-eam-three-technologies-watch/