Apakah Fungsi Planned Preventive Maintenance dalam Software EAM Kurang Dimanfaatkan Sebagaimana Mestinya?

fungsi ppm dalam software eam

 

Salah satu alasan terpenting perusahaan berinvestasi dalam sebuah aplikasi Enterprise Asset Management (EAM) adalah untuk mengatur planned preventive maintenance (PPM) atau perawatan preventif terencana mereka. Namun, apakah kebanyakan perusahaan telah memanfaatkan fungsi tersebut semaksimal mungkin?


Banyak perusahaan yang telah menggunakan EAM  menyatakan bahwa mereka mengkonfigurasi PPM setiap hari/minggu/bulan/kwartal/tahun. Mengapa tidak dilakukan setiap 33 atau 105 hari sekali? Secara logika, jika frekuensi melakukan PPM tersebar bahkan dalam beberapa hari saja, seharusnya ada penghematan biaya operasional, bukan begitu?


Penyedia software EAM terkemuka harus menyediakan dashboard atau analytical output untuk membantu memutuskan frekuensi yang dioptimalkan, baik itu berdasarkan periode waktu atau penggunaan meter berdasarkan pola maintenance untuk setiap aset.


Banyak perusahaan juga menyatakan mereka tidak memiliki data mengenai manpower, material dan tool yang digunakan untuk melaksanakan pekerjaan. Banyak pula yang menyatakan akan menambahkan data tersebut nanti.


“Nanti” tersebut tidak pernah kejadian dan data PPM tidak lengkap. Terkadang, detail-detail ini akan ditambahkan saat penutupan. Tapi, lalu bagaimana perusahaan-perusahaan ini memperediksi persyaratan sumber daya mereka? Bagaimana mereka mengkalkulasi di ranah mana mereka dapat menghemat uang dengan optimalisasi?


Bagaimana mengoptimalkan PPM
Banyak perusahaan telah berinvestasi dalam solusi-solusi yang tidak digunakan secara efektif untuk mendapatkan ROI yang maksimum. Terus menggunakan metode tradisional untuk melakukan PPM adalah salah satu contohnya – berdasarkan rekomendasi pengusaha manufaktur. Masalah yang timbul dari pendekatan ini adalah spesifikasi pengusaha manufaktur tidak bisa memperhitungkan setiap daerah, industri dan kegunaan fungsional atau posisi aset. Strategi maintenance harus diubah berdasarkan faktor-faktor ini.


Apa saja faktor-faktor utama yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan PPM?


Identifikasi aset
Rencana PPM akan berbeda antar aset, sehingga setiap aset perlu di-tag dan diidentifikasi secara unik. Ini adalah tugas yang cukup mudah dan perusahaan melakukan ini menggunakan barcode atau RFID.


Tim
Satu tim yang beranggotakan orang-orang yang penuh dedikasi harus terlibat dalam menetapkan strategi PPM. Ini akan membantu bukan hanya saat perencanaan namun juga saat penerapan PPM secara efektif.


Data keuangan
Tim yang dimaksud juga harus mengikutsertakan pakar keuangan untuk merencanakan anggaran PPM dan memberikan value dari segi implikasi finansial untuk setiap strategi. Manajer maintenance akan mempelajari penghematan department mereka dengan perubahan-perubahan kecil dalam strategi-strategi PM. Penghematan ini bisa jadi berjumlah besar.


Software EAM
Karena tim maintenance terkadang bukan penggemar berat teknologi, mereka membutuhkan tool yang mudah untuk digunakan, termasuk dashboard, dan dapat memberikan hasil efektif dalam hal prediksi dan laporan.


Mengadopsi strategi-strategi di atas akan membantu mengoptimalkan PPM di perusahaan mana pun dan mendapatkan hasil investasi dalam teknologi PPM yang maksimum. Dan itulah yang dimaksud dengan smart money.


Referensi: http://blogs.infor.com/energizing-eam/2017/02/27/planned-preventive-maintenance-functionality-underutilized-eam-software/